Rabu, 26 Juni 2019

Menanam Nanas


 
Umumnya tanaman nanas ditanam dikebun dengan menggunakan lahan tegalan maupun ladang. Lahan yang akan digunakan untuk penanaman nanas untuk pertama kalinya harus dilakukan penebangan pada pohon pohon yang tidak diperlukan. Pembukaan lahan untuk penanaman nanas sebaiknya dilakukan pada musim kemarau dan pengolahan tanahnya dapat dilakukan pada awal musim hujan. Waktu tanam nanas yang paling tepat dilakukan pada awal musim hujan, namun untuk daerah daerah yang kondisi airnya memadai seperti irigasi teknis atau sumber air dekat dengan kebun nanas penanaman nanas dapat dilakukan sepanjang tahun.

Teknik penanaman nanas dapat dilakukan berikut :
1. PERSIAPAN LAHAN KEBUN NANAS
Lahan yang sudah dibersihkan dilanjutkan dengan pengolahan tanah dengan cara mencangkul atau dibajak menggunakan traktor dengan kedalaman 30 - 40 cm sampai struktur tanah gembur. Dan biarkan tanah selama 15 hari agar tanah benar benar matang.

Lakukan pengolahan tanah yang kedua kalinya sambil membuat petakan atau bedengan yang sesuai dengan pilihan sitem tanam. Tinggi petakan maupun bedengan 30 - 40 cm, pada pilihan tanam model petakan perlu dilakukan perataan tanah dan disekeliling petakan harus dibuatkan saluran pembuangan air. Sedangkan pada pilihan sistem bedengan dapat dilakukan pembuatan bedengan selebar 80 - 120 cm, jarak antar bedengan 90 - 150 cm atau disesuaikan dengan sistim pola tanam yang dipilih
.  Lakukan pengapuran tanah dengan dolomit calcit atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan campurkan dengan lapisan tanah atas utamanya pada tanah tanah yang bereaksi asam dengan pH tanah dibawah 4,5 .

Dosis kapur yang digunakan 2 - 4 ton/ hektar. Jika pengapuran dilakukan tidak pada musim hujan, setelah pengapuran segera lakukan penyiraman agar kapur bisa cepat larut.  Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang dengan mengacu pada dosis penggunaan pupuk 20 ton/hektar. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara pupuk dicampurkan rata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan perlubang tanam.

2. PEMBUATAN LUBANG TANAM
Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan
sistem tanam. Ukuran lubang  tanam: 30 x 30 x 30 cm. Untuk membuat
lubang tanam dapat digunakan pacul, tugal atau alat yang lainnya.
Pengaturan lubang tanam pada tanaman nanas ada beberapa sistem model tanam, yaitu: sistem baris tunggal atau persegi dengan alternatif jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan; alternatif pilihan kedua 90 x 30 cm atau jarak dalam barisan 30 cm, dan jarak antar barisan adalah 90 cm.

Sistem baris rangkap dua dapat dipilih jarak tanam 60 x 60 cm,dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm. Pilihan yang kedua jarak tanam yang digunakan 45 x 30 cm, dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm.
Sistem baris rangkap tiga dengan pilihan alternatif jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan pilihan jarak tanam yang lainnya 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri kanan dari 3 barisan adalah 90 cm . Sistem baris rangkap empat dengan jarak tanam 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri maupun kanan dari 4 barisan tanaman berkisar 90 cm.

3. CARA PENANAMAN
Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan. Tahapan penanaman sebagai berikut ; 1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih; 2) pilih bibit nanas yang baik dan sehat selanjutnya tanam bibit nanas pada lubang tanam yang sudah disiapkan masing-masing satu bibit per lubang tanam,. 3) tekan atau padatkan tanah di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah; 4) lakukan penyiraman pada bibit nanas yang baru ditanam sampai keadaan tanah lembab dan basah; 5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam, 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit nanas tidak mudah busuk.

4. PENGGUNAAN BIBIT NANAS
Bibit nanas yang akan ditanam dapat menggunakan bibit nanas yang dihasilkan dari pengembangbiakan secara generatif dengan menggunakan biji yang ditumbhkan di persemaian. Namun untuk pembibitan nanas dengan cara vegetatif sangat jarang dipilih karena selain tekniknya yang rumit juga disebabkan beberapa jenis nanas tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri juga tidak semua jenis nanas menghasilkan biji.

Pembibitan dengan menggunakan biji biasanya dilakukan untuk penelitian guna menghasilkan varietas nanas baru. Umumnya penggunaan bibit tanaman nanas dipilh dari bibit vegetatif yaitu perbanyakan tanaman yang menggunakan bagian bagian vegetatif berupa bibit tunas akar atau biasa dikenal dengan nama anakan, bibit tunas batang, bibit tunas buah, bibit mahkota buah dan bibit yang berasal dari stek batang. (Oleh : Syahrinaldi, DKPP Kab. Bintan, Kepulauan Riau) Sumber : cybex pertanian.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar