Rabu, 26 Juni 2019

Syarat Tumbuh Tanaman Pisang




Buah pisang digemari karena rasanya yang enak, umumnya dihidangkan dalam bentuk segar sebagai buah meja, sebagai pencuci mulut sehabis makan, direbus atau diolah menjadi makanan lainnya. Disamping untuk konsumsi segar beberapa kultivar pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang, misalnya industri kripik, sale dan tepung pisang. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif, sehingga produksi pisang Indonesia rendah dan tidak mampu bersaing di pasar internasional. Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang.

I. Keadaan Tanaman Pisang
Tanaman pisang berbatang semu lunak yang terbentuk dari kelompok daun dan sifatnya menyimpan air. Batang sesungguhnya pendek sekali berbentuk bonggol (rhizome) dan pada bonggol terdapat banyak mata yang kelak tumbuh menjadi tanaman dan terdapat akar serabut. Batangnya dapat mencapai 3 meter tingginya tergantung jenis dan keadaan lingkungannya. Daunnya tunggal berurat utama cukup kuat tetapi urat samping yang tumbuh sejajar menyirip kurang kuat, sehingga daun mudah sobek sehingga tidak tahan terhadap tiupan angin kencang.

II. Iklim
Pisang dapat tumbuh di daerah tropis baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan iklim tropis basah, lembab dan panas yang mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis.
Kecepatan angin tidak terlalu tinggi, angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Curah hujan optimal adalah 1.520 - 3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering atau 2000-2500 mm/tahun dengan paling tidak 100 mm/bulan. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang.

Suhu udara berkisar antara 15-35°C dengan suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 27°C dan suhu maksimum 38°C. Tanah liat yang mengandung kapur atau tanah alluvial dengan pH tanah antara 4,5-7,5 adalah baik untuk pertanaman pisang. Apabila suatu daerah mempunyai bulan kering berturut-turut melebihi 3 bulan maka tanaman pisang memerlukan tambahan pengairan agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.

III. Media Tanam
Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan. Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50-200 cm, di daerah setengah basah 100 - 200 cm dan di daerah kering 50 - 150 cm. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik, tanah harus mudah meresapkan air. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.

IV. Ketinggian Tempat
Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan.Ketinggian tempat tidak lebih dari 1.600 m diatas permukaan laut (dpl). Di Indonesia umumnya pisang juga dapat tumbuh pada dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dari permukaan laut (dpl). Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dari permukaan laut. Walaupun demikian sebetulnya tanaman pisang tidak memerlukan persyaratan yang berat dan bahkan dapat tumbuh baik pada tempat yang terlindung, namun untuk mendapatkan produksi yang tinggi diperlukan pemeliharaan yang intensif.  (Oleh : Syahrinaldi , DKPP Kab. Bintan, Kepulauan Riau). Sumber : cybex pertanian.go.id 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar