Minggu, 23 Juni 2019

Perbanyakan Bibit Durian



             
Berbagai varietas durian unggul telah dikembangkan secara terus menerus baik oleh pemerintah melalui balai penelitian buah-buahan (balitbu) maupun oleh swasta. Umumnya varietas-varietas tersebut memiliki kelebihan dibandingkan dengan durian lokal. Kelebihan tersebut antara lain cukup tahan terhadap hama tirathaba ruptilinea dan penyakit busuk akar fusarium sp, disamping rasanya yang legit dan berdaging buah lebih tebal.

Saat ini, ada puluhan durian varietas unggul yang diakui keunggulannya dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Varietas yang paling dikenal tersebut adalah: durian sukun (jawa tengah), petruk (jawa tengah), sitokong (betawi), simas (bogor), sunan (jepara), otong (thailand), kani (thailand), sidodol (kalimantan selatan), sijapang (betawi) dan sihijau (kalimantan selatan).  Perbanyakan bibit secara vegetatif efektif untuk memperoleh durian yang bermutu dan seragam. beberapa cara yang dapat digunakan diantaranya melalui okulasi, sambung pucuk, penyusunan dan cangkok.

Untuk perkebunan durian skala besar atau komersial sangat dianjurkan menggunakan bibit yang berasal dari hasil okulasi. Pada prinsipnya okulasi adalah penempelan mata tunas buah dari pohon induk varitas unggul pada bibit yang berasal dari biji, sehingga diperoleh tanaman yang berakar baik serta tajuk dan buah berkualitas unggul, Tanaman dari bibit okulasi berbunga pada umur 4-5 tahun.  Perbanyakan bibit durian, baik okulasi maupun sambung pucuk, membutuhkan batang bawah (stock) yang berasal biji (generatif), terutama berasal dari verietas lokal yang memilki sifat unggul. sebaiknya, perbanyakan tanaman dilakukan di tempat terlindung agar tingkat keberhasilannya diatas 90,17%.

Tahapan perbanyakan bibit durian adalah sebagai berikut::
1. Persiapan batang bawah
Pekerjaan ini diawali dengan seleksi biji. sebaiknya, biji untuk batang bawah berasal dari durian yang sudah terbukti mampu beradptasi dengan kondisi lahan setempat. misalnya, biji dari varietas chanee yang tahan terhadap penyakit akar. Benih durian chane bisa digunakan di thailand untuk penyediaan batang bawah, biji yang digunakan harus tua sudah dipisahkan dari dagingnya, bentuknua sempurna, seragam, tidak kempes, tidak terlalu kecil, dan tidak luka atau rusak karena serangan hama. Biji durian dikering anginkan selama satu minggu. Seleksi benih dilakukan dengan memasukan biji ke dalam air. Pilih biji yang tenggelam dan buang biji yang mengambang. Sebelum ditanam, biji direndam dalam larutan atonik 0,1% dan fungisida untuk merangsang pertumbuhan akar dan mencegah serangan jamur. Biji durian disemaikan di kebun atau di polibag

o Penyemaian di polibag
Biasanya, polibag yang digunakan berukuran 20 x 25 cm. isi polibag dengan media tanam, berupa campuran pupuk kandang dan tanah merah dengan perbandingan 1:1. biji ditanam kedalam media di polibag. setiap polibag berisi satu biji. Dan polibag atur rapi dibawah naungan atau nurseri
o Penyemaian dilahan, penyemaian biji durian langsung di lahan membutuhkan bedengan berukuran 100 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan panjangnya tergantung dari kebutuhan dan kondisi lahan. Caranya tanah cangkul hingga gembur, gulma dan bebatuan dibersihkan, lalu campur tanah dicampur dengan pupuk kandang dan furadan 3 g atau semprot dengan fungisida dan insektisida, biji ditanam di bedengan dengan jarak 15 x 20 cm, diberi naungan dari paranet atau dauan kelapa untuk melindungi bibit dari sinar matahari dan hujan.

Selama di persemaian, bibit membutuhkan perawatan, seperti penyiraman, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Setelah tinggi bibit mencapai 10-20 cm, lakukan sambung pucuk, okulasi sebaiknya dilaksanakan ketika tinggi bibit mencapai 40-50 cm

2. Persiapan batang atas. gunakan batang atas yang berkualitas dari pohon induk sendiri atau dibelil dari sumber yang mempunyai pohon induk terjamin varietas dan kualitasnya. Batang atas dapat berupa potongan cabang atau cabang yang masih berada pada pohon induknya. Setelah batang atas diambil, segera sambungkan atau tempelkan pada batang bawah. Pilih bahan batang atas tanaman yang subur, segar, sehat, daun banyak, batang kokoh, bebas hama dan penyakit, percabangan 2-4 arah, serta memiliki tunas baru.

3. Okulasi
• barisan dibuat berbentuk atau sayat kulit batang bawah secara vertikal tepat 20 cm dari permukaan tanah.
• kulit dikupas dari irisan yang telah dibuat hingga membentuk jendela. jika disayat, tarik sayatan kulit sepanjang 2-3 cm hingga mirip lidah, lalu potong 2/3 bagian kulit tersebut;
• mata tunas di ambil dari batang atas. Sesuaikan ukuran dengan sayatan yang telah dibuat di batang bawah. Mata tunas yang disayat harus mengikutsertakan kambiumnya. jika tidak, okulasi yang dikerjakan kemungkinan gagal.
• sisipkan potongan mata tunas disisipkan ke irisan yang telah dikupas jika menggunakan sayatan, tempelkan mata tunas di sayatan yang telah dibuat. Jaga supaya tidak ada kotoran yang menempel di sayatan atau di mata tunas.
• di balut tempelan tersebut menggunakan tali plastik hingga semua bagian tertutup, kecuali tepat di mata tunas.
• letakkan bibit di tempat yang teduh dan di siram secara teratur.
Okulasi yang berhasil ditandai dengan mata tunas yang tetap berwarna hijau dan menunjukkan perkembangan, alias tumbuh jika berwarna coklat, berarti okulasi gagal. 
(Oleh : Syahrinaldi , DKPP Kab. Bintan , Kepulauan Riau ).
Sumber : cybex pertanian.go.id

Syarat Tumbuh Tanaman Durian



                         
     

Durian adalah raja dari segala buah (King of Fruit). Hampir semua orang mengenal buah ini dan pernah mencicipinya. Pada umumnya orang menyukainya, kendatipun relatif mahal. Harga durian berkualitas bisa mencapai Rp.40.000,-/kg, tetapi kalau sudah memulai memakan buah ini sulit untuk menghentikannya sebelum benar-benar puas.

Durian dikenal juga sebagai buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang suka, namun sebagian yang lain muak dan pusing dengan aromanya. Karena baunya yang keras, sejumlah perusahaan bahkan melarang orang membawa durian. Misalnya di kabin pesawat udara, di kendaraan umum ataupun dibawa ke kamar hotel.
 
Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Tumbuhnya lebih banyak di daerah-daerah tropis. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran-an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam.  Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur).

Pusat keanekaragaman durian adalah Pulau Kalimantan. Daerah-daerah sekitarnya juga memilki beberapa plasma nutfah durian, seperti Mindanao, Sumatera, dan Semenanjung Malaya meskipun tidak semelimpah Kalimantan. Meskipun demikian, pengekspor utama durian adalah Thailand, yang mampu mengembangkan kultivar dengan mutu tinggi dan sistem budidaya yang baik. Tempat lain yang membudidayakan durian dengan orientasi ekspor adalah Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Sri Lanka.
 
Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. Yang
lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia, Boschia dan Coelostegia. Ada puluhan durian yang diakui keunggulannya dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Varietas tersebut adalah: durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi) dan sihijau (Kalimantan Selatan).

Manfaat durian selain sebagai makanan buah segar, terdapat manfaat lainnya, yaitu:
1) Tanamannya sebagai pencegah erosi di lahan-lahan yang miring.
2) Batangnya untuk bahan bangunan/perkakas rumah tangga. Kayu durian setaraf dengan kayu sengon sebab kayunya cenderung lurus.
3) Bijinya yang memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan (dapat dibuat bubur yang dicampur daging buahnya).
4) Kulit dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dengan. cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur.
Untuk dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen maksimal, durian memerlukan beberapa syarat tumbuh. Syarat tumbuh tersebut antara lain iklim, media tanam dan ketinggian tempat.

Iklim
1) Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 3000-3500 mm/tahun dan minimal 1500-3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun dengan kemarau 1-2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus.
2) Intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan durian adalah 60-80%. Sewaktu masih kecil (baru ditanam di kebun), tanaman durian tidak tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi.
3) Tanaman durian cocok tumbuh pada suhu rata-rata 20-30 0 C, suhu 15 0 C durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Apabila suhu mencapai 35 0 C daun durian akan terbakar.

Media Tanam
1. Tanaman durian menghendaki tanah yang subur (tanah yang kaya bahan organik). Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat dan debu sehingga mudah membentuk remah.
2. Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol dan andosol. Tanah yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas berbutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal dan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mengikat air.
3. Derajat keasaman tanah yang dikehendaki tanaman durian adalah (pH) 5-7, dengan pH optimum 6-6,5.
4. Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam sehingga membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalam cukup yaitu 50-150 cm dan 150-200 cm. Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal/ terlalu dalaman, rasa buah tidak manis atau tanaman akan kekeringan dan atau akarnya busuk akibat selalu tergenang.
Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada
juga tanaman durian yang cocok ditanam di berbagai ketinggian. Tanah yang berbukit/yang kemiringannya kurang dari 15 derjat kurang praktis daripada lahan yang datar rata.  (Oleh : Syahrinaldi, DKPP Kab. Bintan , Kepulauan Riau )
Sumber : cybex pertanian.go.id.

Rabu, 19 Juni 2019

Pemeliharaan Tanaman Pisang




Tanaman pisang sekali kita tanam jauh lebih repot membasmi daripada menanamnya. Begitulah tanaman bandel ini, dibiarkan pun tetap akan menghasilkan buah, mungkin itulah yang menyebabkan kebanyakan petani agak enggan merawat tanaman pisangnya. Padahal dengan sejumlah masukan teknologi yang telah dipublikasikan pisang ambon atau buai yang dipelihara dengan baik mampu menghasilkan buah minimal 30 kg/tandan,

Beberapa kegiatan perawatan/pemeliharaan yang perlu mendapat perhatian adalah :
1). Pemangkasan, pemangkasan daun kering bertujuan untuk pencegahan penularan penyakit, mencegah daun-daun yang tua menutupi anakan dan melindungi buah dari goresan daun. Saat pembungaan setidaknya ada 6-8 daun sehat, agar perkembangan buah menjadi maksimal. Setelah pemangkasan bunga jantan dilakukan sebaiknya tidak dilakukan pemangkasan daun lagi, daun bekas pangkasan dari tanaman sakit dikumpulkan dan kemudian dibakar. Alat pemangkasan sebaiknya disterilkan dengan desinfektan misalnya menggunakan bayclean atau alkohol.

2). Penyiangan dan Penggemburan Tanah, tanah disekitar pohon pisang harus dibersihkan dari rumput pengganggu/gulma, sekaligus digemburkan dengan cangkul kecil (koret). Penggemburan tanah tidak boleh terlalu dalam karena perakaran pisang itu dangkal dan pekerjaan dilakukan sesuai dengan kondisi kebun. Bila gulma tidak banyak maka yang perlu dilakukan adalah penggemburan tanah agar perakaran dan bonggol pisang bisa berkembang dengan baik.

Pengendalian gulma secara mekanis terutama dilakukan pada saat tanaman berumur 1 sampai 5 bulan, terutama 3 bulan pertama pengendalian gulma harus dilakukan secara intensif. Setelah tanaman berumur 5 bulan pengendalian mulai dikurangi karena kanopi tanaman telah saling menutupi sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma. Penyiangan dilakukan selang waktu 2-3 bulan.

Saat ini pengendalian gulma dapat dilakukan dengan herbisida karena tanaman sudah cukup tinggi sehingga daun tanaman tidak terkena herbisida seperti DMA G, Paracol dan Herbisol sesuai dosis anjuran di kemasan. Penggunaan herbisida umumnya tergantung pada musim, musim kering menggunakan herbisida sistemik dan musim hujan menggunakan herbisida kontak. Kebersihan kebun di bawah tanaman pisang penting sekali, karena gulma dan sisa-sisa batang pisang yang ada dapat merupakan sarang hama penggerek batang. Hati-hati dengan penggunaan tanaman penutup tanah seperti Centrosema, Indigofera dan lain-lain yang dapat bersifat racun terhadap tanaman pisang.

3).Pembumbunan, perlu dilaksanakan bila umb i pisang muncul ke permukaan tanah, demikian juga pada waktu tanaman pisang menghasilkan rumpun (beranak). Hal ini dimaksudkan agar perakaran bisa berkembang lebih baik sekaligus memperkuat pertumbuhan tanaman pisang.

4). Pengairan, perakaran tanaman pisang dangkal, dekat dengan permukaan tanah namun tanaman ini tahan terhadap kekeringan atau kekurangan air karena perakarannya banyak mengandung air. Apabila tandan buah keluar pada musim kemarau, maka tandannya pendek pendek dan kecil-kecil.

5) Penjarangan Anakan, bertujuan untuk mengurangi jumlah anakan, menjaga jarak tanam dan menjaga agar produksi tidak menurun. Penjarangan anakan dilakukan dengan memelihara 1 tanaman induk (umur 9 bulan), 1 anakan (umur 7 bulan) dan 1 anakan muda (umur 3 bulan) yang dilakukan rutin setiap 6 - 8 minggu.

Anakan yang dipilih atau disisakan adalah anakan yang terletak pada tempat terbuka dan yang terletak diseberangnya, jadi setiap rumpun supaya dijaga tinggal 3 anakan, yang lain dibuang hati-hatibsupaya hasilnya tinggi. Setelah bunga terakhir pada jantung mekar yang ditandai dengan pertumbuhan uler pisang lambat sekali segera sisa jantung dipotong. Pemotongan jantung pisang dapat meningkatkan produksi buah antara 2 - 5%.

6). Perawatan Tandan, membersihkan daun sekitar tandan terutama daun yang sudah kering dan membuang buah pisang yang tidak sempurna pada 1-2 sisir terakhir, diikuti dengan pemotongan bunga jantan agar buah pada tandan diatasnya dapat tumbuh dengan baik. Buah dibungkus/dikerodong dengan kantong plastik warna biru ukuran 1m x 45 cm. Hal ini dilakukan untuk melindungi buah darin kerusakan oleh serangga atau karena gesekan daun.

Setelah dibungkus tandan yang mempunyai masa pembuahan sama dapat diberi tanda (misal dengan tali rafia yang sama0. Hal ini untuk menentukan waktu panen yang tepat sehingga umur dan ukuran buah seragam. Sebelum buah dipanen agar tanaman tidak roboh dapat ditopang dengan bambu atau dengan mengikat pangkal tandan dengan kabel atau tali yang dibentang diantara barisan tanaman pisang.

7). Sanitasi Kebun, bertujuan untuk menjaga lingkungan kebun tetap sehat, sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung dengan baik. Sanitasi dilakukan 45 hari sekali meliputi kegiatan pembersihan daun kering, penjarangan anakan dan pembuangan sisa tanaman bekas panen.  (Oleh : Syahrinaldi , DKPP Kab. Bintan, Kepulauan Riau ). Sumber : cybex pertanian.go.id 

Jumat, 24 Mei 2019

Budidaya Tanaman Seledri




Seledri dikembangbiakkan dengan biji. Oleh karena itu, untuk mendapat pertumbuhan dan produksi yang baik, maka harus ditunjang dengan benih yang baik pula. Beberapa jenis seledri seperti parsley dan celery, bibitnya umumnya didatangkan dari luar negeri. Sebelum disemaikan, sebaiknya biji seledri direndam dalam air dengan suhu 50°C dan bisa ditambah dengan pestisida yang berbahan Fipronil  selama 15 menit untuk merangsang perkecambahan. Benih-benih ini kemudian ditaburkan pada alur-alur dalam kotak atau bedeng persemaian. Jarak antar alur 2 cm dan dalamnya 0,5 cm. Alur lalu ditutup setipis mungkin dengan tanah agar mudah berkecambah.

 Pengolahan tanah dilakukan sebelum tanaman di persemaian dipindahkan ke lahan. Tanah dibajak atau dicangkul, diberi pupuk kandang sebanyak 15 ton/ha, selain pemberian pupuk kandang juga ditambahkan pupuk kimia yaitu urea 435 kg/ha, TSP 400 kg/ha, dan KCl 300 kg/ha. setelah itu tanah digemburkan, serta dibuat bedengan-bedengan. Lebar bedengan 1 m dan panjangnya disesuaikan dengan keadaan lahan. Bedengan-bedengan itu kemudian disiram dengan air secukupnya, lalu didiamkan selama seminggu sehingga reaksi-reaksi di dalam tanah menjadi stabil.

Setelah berumur 2 minggu, bibit seledri sudah dapat dipindahkan ke bedengan yang telah disiapkan. Jarak tanam yang digunakan tergantung jenisnya, tetapi umumnya digunakan jarak tanam (20 x 20) cm.

Hama yang sering menyerang pertanaman seledri adalah sebagai berikut. NEMATODA Bagian tanaman yang diserang adalah akar sehingga tampak berbintil-bintil besar atau kecil. Keadaan ini akan mengganggu aktivitas akar dalam penyerapan air dan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. Serangan yang berat pada saat tanaman muda dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil. Hama ini dapat dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif karbofuron dosis 20 kg/ha . KUTU DAUN (APHID) Hama ini menimbulkan kerusakan pada daun. Daun muda yang terserang menjadi kuning dan akhirnya mengering. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat. Hama ini dapat diberantas dengan insektisida Berbahan aktif abamektin dengan dosis 0,5-1 ml/l air.

 Penyakit pada seledri berupa bercak-bercak klorosis dan nekrosis yang bisa meluas pada daun dan tangkai daun. Pada bagian yang mengalami nekrosis tampak bintik-bintik hitam. Sedangkan pada tangkai daun bercak cokelat tampak memanjang. Penyakit ini dinamakan late night yang disebabkan oleh cendawan Septoria sp penyakit ini bisa di kendalikan dengan fungisida berbahan aktif pyraclostobin atau fungisida dari golongn stobilurin.. Penyakit lain yang juga sering menyerang adalah bakterial soft rot yang disebabkan oleh Erwinia carotovora. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif mankozeb atau simoksanil. Namun, jika tanaman telah terserang, sebaiknya dicabut dan dimusnahkan.

Oleh : Syahrinaldi, DKPP Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Sumber : Internet