Minggu, 07 Juli 2019

Antisipasi Anomali Iklim



 
Kegiatan konservasi air dan antisipasi anomali iklim difokuskan untuk menjaga ketersediaan air ditingkat usaha tani sebagai suplei irigasi dengan menampung air hujan mata air serta sumber air lainnya/dan atau meninggikan muka air dalam skala mikro. Sekolah Lapang iklim (SLI) merupakan pemberdayaan petani untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengantisipasi perubahan iklim. Kegiatan utama Konservasi Air/Antisipasi Anomali Iklim terdiri dari Pengembangan Embung, Pengembangan Dam Parit dan Sekolah Lapang Iklim.

Berikut secara ringkas disampaikan spesifikasi tehnis masing masing kegiatan sbb:
1. Pengembangan Embung; Embung adalah bangunan Konservasi air berbentuk kolam/cekungan untuk menampung air dari hujan, parit atau sungai kecil, mata air serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian (pangan/hortikultura), perkebunan dan peternakan.

2. Konstruksi Embung; a. Bendung dan Pelimpah, Bendung berfungsi untuk membendung, menahan dan meninggikan permukaan air. Pada bagian bendung ini harus dilengkapi dengan pelimpah yang berfungsi untuk menyalurkan/melimpaskan air secara langsung saat volume air melebihi kapasitas tampungan embung. b.Pintu Penguras; Berfungsi untuk menguras dan membersihkan sedimen yang ada dalam embung serta untuk mengosongkan seluruh isi embung, bila diperlukan untuk perawatan pintu bisa berupa pintu sekat balok atau pintu sorong, bahkan jika sumber air yang digunakan tidak membawa sedimen, dimungkinkan saluran penguras cukup dibuatkan saluran dari pipa yang bisa dibuka/tutup. c. Pintu/Saliran Pemasukan (Inlet), berfungsi untuk mengarahkan air agar mudah masuk ke dalam embung dan menyaring kotoran/sedimen yang mungkin ke embung. Untuk itupada saluran ini perlu dibuat atau penyaring kotoran. d. Pintu Irigasi/Saluran Pengeluaran (Outlet), Berfungsi untuk mengatur air untuk irigasi ke lahan pertanian. Pintu irigasi bisa berupa sekat balok atau pintu sorong. Jika elevasi lahan pertanian lebih tinggi dari pada embung, pembuatan saluran pengeluaran tidak diperlukan, sedangkan pemanfaatan airnya bisa menggunakan pompa

3. Pembangunan Damparit; Dam parit adalah suatu bangunan konservasi air berupa bendung kecil pada parit-parit alamiah atau sungai-sungai kecil yang dapat menahan air dan meningkatkan tinggi muka air untuk disalurkan sebagai air irigasi.

4. Konstruksi Damparit; a.Talut/jagaan (Free board), berfungsi untuk menjaga pinggir parit tidak tergerus oleh air dan akan menjadi pegangan bendung. b. Bangunan bendung/pelimpah, berfungsi untuk membendung aliran/ meninggikan muka air di parit dan sekaligus melimpahkan air saat volume air melebihi kapasitas tampung. c. Pengendali/pintu air, berfungsi untuk mengatur volume air yang akan di alirkan ke lahan usaha tani melalui saluran irigasi. Pengendali/ pintu air ini dapat di bangun di samping atau di pinggir bendung. d.Pintu penguras, berfungsi untuk menguras dan membersihkan bendung dari kotoran dan sedimentasi. e.Saluran irigasi, berfungsi menyalurkan air dari bendung ke lahan usaha tani. f. Kolam olak, berfungsi agar air yang terjun melalui pelimpas tidak merusak bendung.

5. Sekolah Lapang Iklim; Sekolah lapangan iklim untuk perkumpulan petani pemakai air bersih adalah sekolah lapang yang dilaksanakan di alam terbuka dengan memberdayakan petani agar mampu membaca kondisi iklim serta kearifan lokal untuk melaksanakan budidaya pertanian spesifik lokasi agar dapat meminimalisir penurunan produksi akibat dampak anomali iklim (banjir dan kekeringan)

6. Pelaksanaan; Sekolah lapang iklim terdiri dari 12 kali pertemuan dengan jarak antara pertemuan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Tahap pelaksanaan terdiri dari : a. Persiapan (2 kali pertemuan), Persiapan meliputi pembuatan kontrak kerja dan kontrak belajar antara peserta, pemandu dan instansi terkait dan menyepakati kegiatan proses belajar yang akan dilaksanakan (menetapkan jadwal, kurikulum dan lokasi). b.Proses belajar; Proses Belajar dilaksanakan melalui 10 kali pertemuan yang mempelajari kurikulum sesuai kurikulum dengan jadwal yang telah disepakati bersama

7. Kurikulum; 1).Pengenalan Istilah dalam prakiraaan ikim, 2). Pengenalan ekosistem, 3) Mempelajari teknologi kearifan local, 4).Konsep peluang, 5).Mengenali dan mempelajari dampak perubahan iklim dan upaya adaptasi perubahan iklim. 6).Dinamika kelompok. 7).Evaluasi hasil pengamatan di lapangan. 8). Hari lapang petani (Oleh : Syahrinaldi, DKPP Kab. Bintan, Kepulauan Riau) Sumber : cybex pertanian.go.id 

1 komentar:

  1. numpang promote ya min ^^

    bosan tidak tahu harus mengerjakan apa ^^
    daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
    F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
    ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^
    || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    BalasHapus