Minggu, 14 Juli 2019

Pengendalian OPT Bawang Merah Secara Organik




Pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan yang penting karena dalam sistem organik tidak dibolehkan memakai pestisida kimia.

1. Ulat grayak
Ulat grayak termasuk ulat pemakan segala macam tanaman. Ulat yang masih muda berwarna hijau rumput, setelah tua berwarna hijau atau coklat tua dengan garis kekuningan. Panjang ulat sekitar 25 mm, biasanya ulat masuk ke dalam daun, kemudian memakan dagingnya sehingga kelihatan ada bercak putih panjang (seperti membran). Serangga yang hebat dapat menyebabkan tanaman layu dan akhirnya mati. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan ulat grayak, sebagai berikut:
a. Secara mekanis, pada malam hari dilakukan penangkapan ulat dan telurnya, kemudian ulat dan telur dimatikan.
b. Dilakukan rotasi tanaman.
c. Bila ditanam di sawah, lahan perlu digenangi selama 24 jam agar pupa mati.

2. Kutu thrip
Thrips tabaci, banyak menyerang tanaman bawang merah, cabai, tomat, bayam, dan labu. Serangan menghebat terjadi bila jarang hujan dan temperatur tinggi. Hama ini akan aktif berkembang bila kelembaban relatif sekitar 70%. Larva dan trip dewasa akan mengisap cairan daun sehingga daun kelihatan berbercak putih. Bercak-bercak putih akan bersatu dan berwarna seperti perak, akhirnya daun akan mati dan kering. Bila terganggu, trip ini akan bersembunyi di dalam tanah atau di pelepah daun. Beberapa cara mengendalikan serangan trip:
a. Apabila ditanam di sawah, lahan digenangi terlebih dahulu untuk mematikan pupa yang ada di dalam tanah.
b. Dilakukan rotasi dengan tanaman yang tidak diserang trip.
c. Penanaman sebaiknya dilakukan pada September (peralihan musim kemarau dan musim penghujan).
d. Lingkungan kebun perlu dibersihkan dari gulma.
e. Tanaman yang telah terserang trip disemprot dengan insektisida alami.

3. Nematoda umbi
Ditylenchus dipsaci, merupakan nematoda yang menyerang umbi bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay. Serangan nematoda ini ditandai dengan gejala daun bawang menjadi pucat, lemah (terkulai), ujung mati, dan berpilin. Serangan pada saat umbi mulai membesar, umbi menjadi lunak dan bertepung. Serangan dalam penyimpanan mengakibatkan umbi menjadi ringan dan agak gembung. Bila lingkungan kurang mendukung, nematoda akan dorman (istirahat) dalam waktu yang lama di dalam tanah atau tanaman yang telah mati.

Nematoda dapat dicegah dan dikendalikan dengan berbagai cara berikut:
a. Tanamlah umbi atau biji yang sehat dan bebas nematoda;
b. Pilihlah lokasi (tanah) yang sehat dan belum pernah terserang nematoda umbi batang atau batang;
c. Tanamlah kenikir sebelum menanam bawang merah. Setelah berbunga, kenikir dicabut dan dipotong kecil, lalu dipendam secara merata. Kenikir dapat mengeluarkan tiophen yang dapat mematikan nematoda.

4. Penyakit pucuk daun
Penyakit pucuk daun disebabkan oleh Phytophora porri. Serangan penyakit ini ditandai dengan permukaan ujung daun yang kelihatan basah, kemudian akan mengering dan warna menjadi kuning kecokelatan, lalu menjadi putih. Jika udara lembab akan terbentuk massa jamur seperti beludru. Massa jamur semakin lama akan menyebar sehingga daun mati berwarna putih dan akhirnya tanaman mati. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan yaitu:
a. Menanam pada saat tidak banyak hujan.
b. Pucuk daun yang terserang segera dipotong dan dibakar;
c. Tangan yang memegang tanaman yang sakit jangan memegang tanaman sehat agar tidak tertular; dan
d. Dilakukan rotasi tanaman.

5. Penyakit embun bulu
Penyebab penyakit embun bulu adalah jamur Peronosporus destructor. Penyakit ini juga disebut busuk daun bulu halus, embun tepung, tepung palsu. Bila banyak embun dan udara berkabut atau banyak hujan, penyakit ini semakin berkembang.
Penyakit embun bulu diawali dengan terlihatnya bulu-bulu halus berwarna ungu yang menutupi permukaan daun. Bagian daun yang sakit akan berwarna hijau pucat, lalu berubah kuning. Serangan yang hebat dapat merobohkan tanaman. Umbi yang terinfeksi menjadi lunak dan mengerut serta lapisan luarnya berwarna kecoklatan.

Upaya pengendalian penyakit embun bulu dilakukan sebagai berikut:
a. Jangan menanam bawang merah di daerah yang banyak hujan, kabut dan embun;
b. Bibit yang digunakan harus sehat dan telah dipanasi dengan suhu 410 C selama 4 jam;
c. Tanaman ditanam dengan barisan disesuaikan arah berhembus angin;
d. Apabila telah terserang, daun dipotong lalu dikumpulkan dan dibakar. Apabila umbi telah terinfeksi, tanaman dicabut dan dibakar;
e. Saluran drainase harus dibuat dan dirawat dengan baik; dan
f. Lakukan rotasi tanaman.  (Oleh : Syahrinaldi, DKPP Kab. Bintan, Kepulauan Riau) Sumber : cybex pertanian.go.id 



1 komentar:

  1. numpang promote ya min ^^

    bosan tidak tahu harus mengerjakan apa ^^
    daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
    F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
    ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^
    || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    BalasHapus