Selasa, 02 Juli 2019

Pengendalian Hama Tanaman Rambutan





Yang dimaksud dengan pengendalian hama adalah tindakan pencegahan gangguan pada tanaman rambutan yang disebabkan oleh hama, agar tanaman rambutan dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Tujuan kegiatan ini adalah : 1) menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu/kualitas produk; 2) menjaga kebersihan, keselamatan dan kesehatan serta melestarikan lingkungan hidup.

Hama yang merusak tanaman rambutan antara lain : 1) Hama Tirathaba (Melissablaptes, Muciall); 2) Kutu putih/ kutu kapas (Pseudococucus); 3) Ulat pemakan daun (Hyperaeschrella insulicola); 4) Ulat Penggerek Batang (Indrabela sp.); 5) Ulat jengkal (Berta Chrysolimeate); 6) Ulat penggerek buah (Dichocricic functiferalis) dan 7) Hama-hama lain.

1. Hama Tirathaba (Melissablaptes, Muciall), hama ini merusak pembungaan dan buah muda. Larva merusak bagian tangkai bunga dan menggerek ke dalam, larva menutupi bagian bekas gerekan dengan benang-benang yang dihasilkannya. Pengendalian dilakukan dengan cara : 1) mekanis, yaitu melakukan pemangkasan daun-daun yang terserang, kemudian daun tersebut dikumpulkan dan dibakar selanjutnya dikubur; 2) cara biologis, yaitu menggunakan musuh alami seperti lalat Tachinidae (Argyroplax basifulva); 3) cara kimiawi, yaitu dengan cara penyemprotan insektisida dengan Diazion 60 EC konsentrasi 0,15 - 0,2% dan volume semprot 7 - 10 liter per tanaman (disesuaikan dengan keadaan tajuk tanaman), kemudian diaduk/dicampur air diember lalu dituang ke tangki penyemprotan selanjutnya dilakukan penyemprotan.
 
2. Kutu putih/ kutu kapas (Pseudococucus), kutu ini dapat menimbulkan kerusakan secara langsung dengan menghisap cairan tanaman dan pada tingkat kerusakan berat dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman serta menimbulkan kerontokan buah muda. Buah yang terserang tumbuhnya tidak normal, ukurannya kecil, daging buah lebih tipis dan kulit buah kehitaman.

Pengendalian, dapat dilakukan dengan dua cara : 1) cara teknis, yaitu dengan melakukan pemangkasan agar lingkungan tajuk tidak terlalu rimbun, jangan menanam rambutan di daerah yang berawa (kutu ini senang hidup di daerah rawa) dan bila pada tanaman rambutan ditemukan hama ini dalam bentuk atau imago segera di buang/dibunuh; 2) cara biologi, yaitu menggunakan cendawan parasit Empusa fresenii atau menggunakan musuh alami seperti semut hitam (Dolicchoderus thracicus); 3) cara kimiawi, yaitu dlakukan penyemprotan menggunakan insektisida Lebycid 550 dengan konsentrasi 0,2%.
 
3. Ulat pemakan daun (Hyperaeschrella insulicola), ulat ini memakan daun terutama daun muda dengan meninggalkan tulang-tulang daun, sehingga tanaman rambutan tampak gundul dan meranggas.

 Pengendalian dilakukan dengan : 1) Cara teknis, yaitu dengan melakukan pembersihan kebun dari gulma, memusnahkan pupa yang ada dan menghindarkan dari serangga dewasa yang berkempompong; selanjutnya dilakukan dengan pemupukan secara intensif terutama pada tanaman yang sudah terkena serangan agar cepat tumbuh tunas baru. Bila ditemukan larva ulat ini segera diambil, kemudian dikumpulkan dan dibakar ditempat yang sudah disediakan; 2) Cara kimiawi, yaitu dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida Beta 15 EC (Beta Supermetrin), dosis 15 gram/liter air.
 
4. Ulat penggerek Batang (Indrabela sp.). Ulat ini menggerek batang rambutan dengan membuat lubang dikayu hingga sepanjang 30cm. Pengendalian dilakukan dengan menggunakan insektisida seperti Lindane, dosis pemakaian sesuai dengan label kemasan.
 
5. Ulat jengkal (Berta chrysolimeate), ulat ini berwarna cokelat, menyerupai tangkai daun kering, ramping dan beruas-ruas. Hama memakan daun muda, sehingga pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna coklat kuning dan tampak seperti sakit. Pengendalian hama ini menggunakan insektisida jenis Lindane, dosis pemakaian sesuai dengan label kemasan.
 
6. Ulat penggerek buah (Dichocricic functiferalis), ulat penggerek buah berwarna merah kecokelatan dan menyerang buah rambutan, baik yang masih muda maupun yang sudah matang. Gejala yang nampak adalah buah menjadi kering dan berwarna hitam. Pengendalian hama dilakukan secara preventif, yaitu dengan menyemprot insektisida jenis Lindane atau Diazinon. Dosis pemakaian bisa dilihat pada label kemasan.

7. Hama-hama Lain
Hama lain yang menyerang tanaman rambutan antara lain : ulat kantong, tungau, rayap, bajing dan kalong. Hama tungau menyebabkan gejala puru di batang, ranting, dan daun. Jika menyerang batang, puru tersebut berupa benjolan bulat dengan dimater sekitar 3 mm. Jika menyerang daun, puru berupa tonjolan yang memanjang dan berbentuk ramping. Pengendaliannya menggunakan insektisida jenis Chlordane, Kelthane dan Malathion. Dosis pemakaian bisa dilihat pada label kemasan. (Oleh : Syahrinaldi, DKPP Kab. Bintan , Kepulauan Riau) Sumber : cybex pertanian.go.id 

1 komentar:

  1. Casinos in Malta - Filmfile Europe
    Find the best febcasino Casinos in Malta 토토 사이트 including bonuses, games, games and deccasino the history of games. We cover all the main jancasino reasons to visit Casinos in 출장안마

    BalasHapus