Jumat, 05 Juli 2019

Hama dan Penyakit Tanaman Tebu





Kegiatan pemeliharaan tanaman tebu merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi yang optimal. Dalam pelaksanaannya kegiatan pemeliharaan diajurkan secara runtut sesuai dengan SOP budidaya tanaman tebu, sehingga pada saat akhir kegiatan diharapkan akan mendapatkan produksi yang berkualitas tinggi.
 
Sebelum melakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman tebu sebaiknya dilakukan terlebih dahulu pengamatan hama dan penyakit yang ada pada tanaman tersebut, kemudian baru menentukan apa yang harus jadikan prioritas utama dalam pengendaliannya. Setelah dinilai prioritas pengendalian yang utama maka segera dilakukan pengendaliannya seperti paparan berikut.
 
HAMA DAN PENYAKIT
 
1. Hama Penggerek Pucuk dan batang
Biasanya menyerang mulai umur 3 - 5 bulan. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto, semprot PESTONA / Natural BVR
2. Hama Tikus
Kendalikan dengan gropyokan, musuh alami yaitu : ular, anjing atau burung hantu

3. Uret. Hama ini menyerang akar dan pangkal tanaman tebu. Tanaman yang terserang menampakkan gejala kelayuan daun. Pemberantasan uret dengan insektisida disarankan menggunakan carbofuran 3 persen sebanyak 50 kg/ha. Penggunaan insektisida yang mengandung senyawa BHC hanya diperbolehkan pada lahan yang tidak ditanami tanaman pangan. Disamping cara kimiawi, pengendalian hama uret dapat dilakukan secara mekanis dengan cara mengumpulkan uret dan imagonya. Penangkapan imago harus dilakukan sebelum imago sempat kawin. Berdasarkan siklus kehidupan uret, penangkapan imago dapat dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember.

4. Babi hutan. Binatang ini banyak merusak tanaman tebu di daerah-daerah yang berbatasan dengan hutan atau semak belukar. Untuk mengatasi binatang ini dapat dilakukan dengan cara menembak, dipasang alat perangkap atau diberi umpan beracun.
5. Penyakit Fusarium Pokkahbung
Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Tandanya daun klorosis, pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat, ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang. Penyemprotan dengan 2 sendok makan Natural GLIO + 2 sendok makan gula pasir dalam tangki semprot 14 atau 17 liter pada daun-daun muda setiap minggu.

6. Penyakit Nanas
Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. Menyerang bibit yang telah dipotong. Pada tapak (potongan) pangkas, terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas. Bibit tebu direndam dengan POC NASA dan Natural GLIO.
7. Penyakit Blendok
Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans. Mula-mula muncul pada umur 1,5 - 2 bulan setelah tanam. Daun-daun klorosis akan mengering, biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. Jika daun terserang hebat, seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih. Rendam bibit dengan air panas dan POC NASA selama 50 menit kemudian dijemur sinar matahari. Gunakan Natural GLIO sejak awal sebelum tanam untuk melokalisir serangan. (Oleh : Syahrinaldi, DKPP Kab. Bintan, Kepulauan Riau) Sumber : cybex pertanian.go.id 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar