Selasa, 02 Juli 2019

Mencangkok Tanaman Rambutan





Untuk memperbanyak tanaman rambutan selain dapat dilakukan dengan biji dan okulasi, dapat pula dilakukan melalui cangkok. Saat ini perbanyakan dengan biji sudah jarang dilakukan karena tanaman rambutan yang bibitnya berasal dari biji menghasilkan tanaman yang tidak berbuah disebabkan tanaman yang tumbuh adalah tanaman berbunga jantan atau berbunga betina saja.

Perbanyakan tanaman rambutan dengan cangkok dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Pemilihan pohon induk. Pohon induk dipilih dari tanaman induk yang sehat dan kuat dan dipilih varietas yang telah dikenal sifat buahnya seperti rasa daging buahnya manis dan ngelotok (daging buah mudah lepas dari bijinya) dengan ukuran buahnya besar serta sudah berbuah 3 - 4 kali. Pohon induk dipilih dari pohon yang bentuk cabangnya lurus, panjang cabang 75 - 100 cm dengan diameter sebesar jari telunjuk orang dewasa. Sebaiknya dipilih cabang atau dahan yang telah berumur satu tahun.

2. Persiapan Bahan dan alat. Bahan yang harus dipersiapkan antara lain : tanah gembur halus yang dicampur dengan kompos atau pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1. Pupuk kandang harus bebas dari organisme pengganggu seperti cacing dan rayap. Selain itu disiapkan pisau cangkok, lembaran plastik atau sabut kelapa, tabung bambu dan tali pengikat dari bahan plastik atau tali bambu.

3. Pelaksanaan Pencangkokan. Tanaman rambutan sebaiknya dicangkok pada awal musim penghujan, agar meringankan pemeliharaan terutama dalam hal penyiraman. Jangan mencangkok pada saat tanaman sedang berbuah, karena pada saat itu kayu dalam keadaan kering dan suplai makanan terkonsentrasi pada buah, jika dipaksakan cangkokan cenderung akan mati.

Cara mencangkok : 1) Kulit dahan disayat dan dikupas sepanjang 5 cm, kemudian lendir yang menempel dibersihkan hingga benar-benar kering; 2) Biarkan luka yang terbentuk terbuka selama 3-4 hari hingga tertutup kalus baru dan berhenti mengeluarkan lendir; 3) Ikat lembar plastik atau sabut kelapa di bagian bawah keratan dengan tali rafia. Lembaran plastik atau sabut kelapa dilipat ke atas hingga membentuk kantong; 4) kantong yang terbentuk diisi dengan tanah yang telah dicampur dengan kompos atau pupuk kandang. Usahakan campuran tersebut cukup basah, sehingga luka sayatan tertutup seluruhnya (beberapa sentimeter diatas keratan); 5) Kantong yang telah berisi tanah diikat beberapa sentimeter diatas keratan. Cara mengikat jangan terlalu erat atau terlalu renggang; 6) Beri lubang pada pembungkus plastik untuk sirkulasi udara dibagian yang dicangkok.

4. Pemeliharaan.
Jika pencangkokan dilakukan pada musim kemarau, sebaiknya bibit disiram dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Pada musim hujan, penyiraman dilakukan seperlunya sesuai dengan situasi Untuk mempercepat pertumbuhan akar, diberikan cairan Dharmasari 5 EC (zat perangsang pertumbuhan akar) pada air siraman dengan dosis 3 ml untuk 10 liter air. Setelah cangkokan berumur 40-45 hari, akar-akar mulai tumbuh dan keluar menembus pembungkus plastik atau sabut kelapa. Saat inilah cangkokan sudah dapat dipotong.

Agar terhindar dari serangan rayap, batang yang dicangkok dipotong sependek mungkin dibawah pembungkus plastik atau sabut kelapa dengan menggunakan gergaji tajam. Selanjutnya untuk mengurangi proses penguapan, sebagian daun bibit sebaiknya dibuang. Cangkokan yang yang telah dipotong jangan langsung ditanam di kebun penanaman, tetapi dipelihara terlebih dahulu dalam polibag. Cangkokan yang baru dipotong bisa juga ditanam terlebih dahulu di bedeng persemaian hingga benar-benar kuat dan juga subur. Selama dalam pemeliharaan, bibit asal cangkokan disiram dua kali sehari. Setelah tiga bulan, cangkokan siap dipindahkan ke kebun penanaman.

5. Persiapan penanaman di kebun penanaman. Membuat lubang tanam 3-4 minggu sebelum benih hasil cangkokan ditanam dengan ukuran 75 x 75x 75 cm. Pada saat penggalian, pisahkan tanah galian bagian atas dan bawah, jarak antar lubang tanam 8-10 m. Lubang tanam dibiarkan terbuka selama 2 minggu. Setelah itu, lubang tanam ditutup dengan susunan tanah seperti semula. Tanah bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 5-20 liter pupuk kandang.

6. Penanaman. Benih rambutan ditanam sekitar empat minggu setelah tanah yang berada di lubang tanam mulai menurun. Penanaman jangan terlalu dalam, dan juga jangan terlalu dangkal. Sebaiknya, penanaman dilakukan pada awal musim hujan agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alami. Namun bila tidak ada hujan, hendaknya tanaman baru disiram selama dua minggu sejak penanaman, yakni sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore. Pada awal penanaman di kebun, bibit perlu diberi pelindung yang rangkanya dibuat dari bambu atau bahan lainnya. Pasang pelindung dengan posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman memperoleh lebih banyak sinar matahari pagi. Atap pelindung dapat dibuat dari daun nipah atau kelapa.  (Oleh : Syahrinaldi, DKPP Kab. Bintan , Kepulauan Riau ) Sumber : cybex pertanian.go.id 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar